Senin, 20 April 2015

Etika bertamu

 


Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak akan pernah telepas dari interaksi antar sesama kita. dalam berinteraksi tentunya banyak hal-hal yang harus diperhatikan, tidak terkecuali untuk yang satu ini "etika bertamu".

Di dalam Al Qur'an Surah An-nur ayat 27-29 telah di tulisakan tentang etika bertamu ini. hal ini juga ada sebab turunnya ayat ini, ada suatu kejadian di masa rasulullah dahulu. dari kejadian itu kita bisa mengambil pelajaran dan kita harus bersyukur ada kejadian ini pada waktu itu karena banyak hikmah yang kita dapat. kejadian apa itu? Berikut ayat 27-29 surah An-nur dan asbabun nuzul mengenai etika bertamu ini :

27. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.

28. Dan jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, "Kembalilah!” Maka hendaklah kamu kembali. itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

29. Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak dihuni, yang di dalamnya ada kepentingan kamu; Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.

Asbabun nuzul ayat 27-29 :

Dari Adin bin Tsabit Bahwa seorang wanita Anshar mengadu kepada Rasulullah "Ya Rasulullah, aku berada di rumahku dalam keadaan yang aku sendiri tidak ingin dilihat orang lain, akan tetapi selalu saja ada laki-laki dari familiku masuk kerumahku, apa yang harus aku lakukan?" maka turunlah ayat ini  yang melarang kaum mukminin memasuki rumah orang lain sebelum meminta izin dan mengucap salam. (HR. AL Farayabi)

Perintah ini harus kita patuhi dan kita terapkan didalam kehidupan kita sehari-hari agar setiap langkah kita dan niat baik kita selalui di ridhai oleh Allah SWT. tentu saja Allah sangat senang kepada orang yang selalu taat dalam menjalankan perintah Allah, sekecil apapun perintahNya itu.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Etika bertamu

0 komentar: